Menteri Lingkungan dan Sumber Daya Alam Malaysia, G Palanivel mendesak pemerintah Indonesia segera memadamkan dan mencegah Karhutla di Riau dan wilayah lain di Sumatera. Menurutnya, pemerintah Malaysia melalui Direktur Jenderal Lingkungan Halimah Hassan telah mengirimkan surat kepada Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia.
"Surat tersebut menyatakan keprihatinan Malaysia atas peningkatan jumlah titik api yang menyebabkan kabut asap di semenanjung Malaysia sejak 22 Juni," kata Palanivel, Rabu (25/6/2014).
Dia menyatakan, Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASMC) melaporkan titik api di Sumatera terus mengalami kenaikan. Di Malaysia sendiri, menurutnya terdapat 25 titik api. "Titik-titik api itu sedang diselidiki, dan aparat terkait akan mengambil tindakan," kata Palanivel.
Pada Selasa (24/6/2014) pukul 09.00, menurut Palanivel, indeks polusi udara tidak sehat (API) menurun di beberapa tempat di Malaysia. Penurunan kualitas udara sehat itu disebabkan kabut asap yang tertiup angin muson barat daya dan diperkirakan akan terus berlangsung hingga September.
Foto satelit National Oceanic and Atmospheric Administration yang dikeluarkan ASMC pada Selasa memperlihatkan kabut asap melayang dari wilayah hutan yang terbakar di Riau menuju wilayah tengah dan barat daya Semenanjung Malaysia.
Palanivel mengatakan, kementerian melalui Departemen Lingkungan telah mengambil sejumlah langkah termasuk melarang pembakaran terbuka sejak Februari. "Ini untuk mengurangi dampak yang diperparah dengan angin muson barat daya dan El Nino," katanya, seperti dilansir tempo.co.
Sementara itu, Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak mengimbau warganya tetap tinggal di dalam rumah dan mewaspadai kabut asap yang membahayakan kesehatan di Kuala Lumpur dan beberapa negara bagian.
"Karena kabut asap datang lagi, tetaplah banyak minum air, tinggal di dalam rumah jika mungkin dan hindari kegiatan di luar rumah," tulis Najib di akun Twitter miliknya.
Sumber : Tempo.co
Tidak ada komentar:
Posting Komentar