pakai, dan trampil untuk berkerja. Namun untuk mendapatkan itu semua tentu tidaklah mudah, sehingga diperlukan, didikan yang bagus oleh guru, hingga seleksi Fisik dan Komunikatif pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang harus diterapkan di seluruh SMK Negeri mapun swasta.
"Dalam penerimaan PPDB SMK N 1, yang saat ini sudah mulai Online, memang siswa sebelum diinput datanya secara Online, berdasarkan ketentuan pemerintah yang sudah dibuat, haruslah bisa melewati uji khas dari SMK, yaitu uji seleksi Fisik dan Komunikatif Jurusan. Hal ini dilakukan sebagai pertimbangan sekolah untuk bisa lolos mengikuti tahap seleksi selanjutnya disamping seleksi berdasarkan nilai, prestasi dan lainnya,"kata kepala Sekolah SMK N 1 Geni Wilyarti.
Untuk seleksi fisik yaitu berupa melihat kondisi siswa apakah terlibat premanisme, menggunakan tindik di tubuhnya atau tidak, serta postur tubuhnya apakah sesuai dengan jurusan yang diambilnya atau sebaliknya.
Sementara seleksi Komunikatif Jurusan ini, maksudnya siswa ditanya seputar kemampuan dasarnya memilih jurusan tersebut, apakah komunikatif dalam arti luwes dalam berbicara atau tidak. Sebab lulusan SMK harus bisa mempunyai sifat itu.
"PPDB untuk SMK, kita tidak main-main, jika mereka layak lulus sesuai dengan aturan baik berdasarkan aturan pemerintah melalaui dinas pendidikan, maupun aturan khas SMK diatas maka tetap mereka lulus, tapi sebaliknya jika tidak memenuhi tentu tidak akan bisa lolos. Maka ujian khas SMK diatas salah satu pertimbangan kita dalam penerimaan PPDB disamping penerimaan secara Online," tuturnya.
Sementara itu, terkait untuk pertamanya SMK menggunakan sistem online PPDB ini, Geni mengatakan, tidak mengalami masalah. Meski ada itu adalah kurang jelinya orang tua siswa dalam mendaftarkan anak-anaknya.
"Di lapangan memang untuk pendaftaran Online ini masih ada orang tua yang masih bertanya dan tidak tahu prosedur pendaftarannya. Padahal kita sudah menempelkan spanduk besar-besaran terkait tata cara pelaksaan PPDB ini jadi hal ini kedala yang kita hadapi, "ungkapnya.
Kendatipun demikian, terdapat kendala dalam prosedur pendaftaran PPDB dengan sistem Online, pihanya nyakin akan berjalan sesuai dengan protapnya hingga penutupannya. "Jika ada masalah atau kendala kita lakukan pertemuan di sesudah shalat Zuhur terkait pelaksanaan PPDB ini untuk mencari jalan keluarnya, "terangnya.
Untuk kuota atau daya tampung penerimaan PPDB tahun ajaran 2014/2015 ini, katanya yaitu sebanyak 423 siswa, yang sudah dikurangi anak yang tinggal kelas dan anak guru SMK N 1 yang ingin sekolah di sini.
Penulis : Rico Saputra
Editor : Yusni Fatimah
- See more at: http://www.halloriau.com/read-pendidikan-48822-2014-06-26-ppdb-smk-calon-siswa-diseleksi-fisik-dan-komunikasi.html#sthash.jCSgLG2c.dpuf
PEKANBARU-Melihat
prospek kerja sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bermuara kepada dunia
kerja. Tentu diperlukan lulusan yang handal, siap pakai, dan trampil
untuk berkerja. Namun untuk mendapatkan itu semua tentu tidaklah mudah,
sehingga diperlukan, didikan yang bagus oleh guru, hingga seleksi Fisik
dan Komunikatif pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang harus
diterapkan di seluruh SMK Negeri mapun swasta.
"Dalam penerimaan PPDB SMK N 1, yang saat ini sudah mulai Online, memang siswa sebelum diinput datanya secara Online, berdasarkan ketentuan pemerintah yang sudah dibuat, haruslah bisa melewati uji khas dari SMK, yaitu uji seleksi Fisik dan Komunikatif Jurusan. Hal ini dilakukan sebagai pertimbangan sekolah untuk bisa lolos mengikuti tahap seleksi selanjutnya disamping seleksi berdasarkan nilai, prestasi dan lainnya,"kata kepala Sekolah SMK N 1 Geni Wilyarti.
Untuk seleksi fisik yaitu berupa melihat kondisi siswa apakah terlibat premanisme, menggunakan tindik di tubuhnya atau tidak, serta postur tubuhnya apakah sesuai dengan jurusan yang diambilnya atau sebaliknya.
Sementara seleksi Komunikatif Jurusan ini, maksudnya siswa ditanya seputar kemampuan dasarnya memilih jurusan tersebut, apakah komunikatif dalam arti luwes dalam berbicara atau tidak. Sebab lulusan SMK harus bisa mempunyai sifat itu.
"PPDB untuk SMK, kita tidak main-main, jika mereka layak lulus sesuai dengan aturan baik berdasarkan aturan pemerintah melalaui dinas pendidikan, maupun aturan khas SMK diatas maka tetap mereka lulus, tapi sebaliknya jika tidak memenuhi tentu tidak akan bisa lolos. Maka ujian khas SMK diatas salah satu pertimbangan kita dalam penerimaan PPDB disamping penerimaan secara Online," tuturnya.
Sementara itu, terkait untuk pertamanya SMK menggunakan sistem online PPDB ini, Geni mengatakan, tidak mengalami masalah. Meski ada itu adalah kurang jelinya orang tua siswa dalam mendaftarkan anak-anaknya.
"Di lapangan memang untuk pendaftaran Online ini masih ada orang tua yang masih bertanya dan tidak tahu prosedur pendaftarannya. Padahal kita sudah menempelkan spanduk besar-besaran terkait tata cara pelaksaan PPDB ini jadi hal ini kedala yang kita hadapi, "ungkapnya.
Kendatipun demikian, terdapat kendala dalam prosedur pendaftaran PPDB dengan sistem Online, pihanya nyakin akan berjalan sesuai dengan protapnya hingga penutupannya. "Jika ada masalah atau kendala kita lakukan pertemuan di sesudah shalat Zuhur terkait pelaksanaan PPDB ini untuk mencari jalan keluarnya, "terangnya.
Untuk kuota atau daya tampung penerimaan PPDB tahun ajaran 2014/2015 ini, katanya yaitu sebanyak 423 siswa, yang sudah dikurangi anak yang tinggal kelas dan anak guru SMK N 1 yang ingin sekolah di sini.
Penulis : Rico Saputra
Editor : Yusni Fatimah
PEKANBARU-Melihat
prospek kerja sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bermuara kepada dunia
kerja. Tentu diperlukan lulusan yang handal, siap pakai, dan trampil
untuk berkerja. Namun untuk mendapatkan itu semua tentu tidaklah mudah,
sehingga diperlukan, didikan yang bagus oleh guru, hingga seleksi Fisik
dan Komunikatif pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang harus
diterapkan di seluruh SMK Negeri mapun swasta.
"Dalam penerimaan PPDB SMK N 1, yang saat ini sudah mulai Online, memang siswa sebelum diinput datanya secara Online, berdasarkan ketentuan pemerintah yang sudah dibuat, haruslah bisa melewati uji khas dari SMK, yaitu uji seleksi Fisik dan Komunikatif Jurusan. Hal ini dilakukan sebagai pertimbangan sekolah untuk bisa lolos mengikuti tahap seleksi selanjutnya disamping seleksi berdasarkan nilai, prestasi dan lainnya,"kata kepala Sekolah SMK N 1 Geni Wilyarti.
Untuk seleksi fisik yaitu berupa melihat kondisi siswa apakah terlibat premanisme, menggunakan tindik di tubuhnya atau tidak, serta postur tubuhnya apakah sesuai dengan jurusan yang diambilnya atau sebaliknya.
Sementara seleksi Komunikatif Jurusan ini, maksudnya siswa ditanya seputar kemampuan dasarnya memilih jurusan tersebut, apakah komunikatif dalam arti luwes dalam berbicara atau tidak. Sebab lulusan SMK harus bisa mempunyai sifat itu.
"PPDB untuk SMK, kita tidak main-main, jika mereka layak lulus sesuai dengan aturan baik berdasarkan aturan pemerintah melalaui dinas pendidikan, maupun aturan khas SMK diatas maka tetap mereka lulus, tapi sebaliknya jika tidak memenuhi tentu tidak akan bisa lolos. Maka ujian khas SMK diatas salah satu pertimbangan kita dalam penerimaan PPDB disamping penerimaan secara Online," tuturnya.
Sementara itu, terkait untuk pertamanya SMK menggunakan sistem online PPDB ini, Geni mengatakan, tidak mengalami masalah. Meski ada itu adalah kurang jelinya orang tua siswa dalam mendaftarkan anak-anaknya.
"Di lapangan memang untuk pendaftaran Online ini masih ada orang tua yang masih bertanya dan tidak tahu prosedur pendaftarannya. Padahal kita sudah menempelkan spanduk besar-besaran terkait tata cara pelaksaan PPDB ini jadi hal ini kedala yang kita hadapi, "ungkapnya.
Kendatipun demikian, terdapat kendala dalam prosedur pendaftaran PPDB dengan sistem Online, pihanya nyakin akan berjalan sesuai dengan protapnya hingga penutupannya. "Jika ada masalah atau kendala kita lakukan pertemuan di sesudah shalat Zuhur terkait pelaksanaan PPDB ini untuk mencari jalan keluarnya, "terangnya.
Untuk kuota atau daya tampung penerimaan PPDB tahun ajaran 2014/2015 ini, katanya yaitu sebanyak 423 siswa, yang sudah dikurangi anak yang tinggal kelas dan anak guru SMK N 1 yang ingin sekolah di sini.
Penulis : Rico Saputra
Editor : Yusni Fatimah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar