Translate

Rabu, 25 Juni 2014

Sore Ini, Hotspot Riau Turun Drastis

PEKANBARU - Upaya dari Satuan Tugas (Satgas) Siaga Asap Riau mulai menunjukkan hasil. Rabu (25/6/2014) sore, citra satelit Terra dan Aqua milik BMKG memantau penurunan jumlah Hotspot dan Firespot. 68 (Hotspot) titik panas terpantau di Riau dari total 135 titik panas di Sumatera.

Satelit Terra dan Aqua milik BMKG pada pukul 16.00 Wib memantau adanya penurunan jumlah Hotspot, 68 titik panas ditemukan di 6 area, antara lain Kuansing 1 Hotspot, Rohul dan Inhu 2 Hotspot, Bengkalis 7 Hotspot, Dumai 27 Hotspot, dan Rohil 29 Hotspot. Untuk Firespot (titik api), satelit memantau adanya 38 titik api, yaitu di area kawasan Bengkalis sebanyak 5 titik api, Rohil 12 titik api, dan Dumai 21 titik api.

"Justru kita pantau Dumai mengalami peningkatan titik api, jika sebelumnya Rohil yang mendominasi," ungkap Kepala Bidang Data BNPB Agus Wibowo, Rabu (25/6/2014).

Ia menjelaskan, saat ini kondisi Riau perlu diwaspadai karena arah angin dominan ke timur laut-timur. Potensi asap terbawa hingga ke Singapura dan Malaysia akan makin meningkat jika tidak segera diatasi secara total. Apalagi berdasarkan perkiraan BMKG, pada Juli 2014 hujan di daerah Inhil, Pelalawan dan Kuansing akan lebih rendah dibandingkan dengan daerah lain di Sumatera.

Sementara, pada Agustus 2104 kondisi cuaca di Riau akan lebih kering dibandingkan dengan wilayah Sumatera lainnya, dimana hujan berkisar kurang dari 50 mm/bulan, sehingga mengakibatkan lahan gambut kering akan mudah sekali terbakar.

"Wilayah lain di Sumatera yang bergambut seperti Sumut, Jambi dan Sumsel bisa mengantisipasi Karhutla sehingga hotspot terkendali. Kuncinya adalah penegakan hukum karena 99 persen penyebab karhutla adalah disengaja atau dibakar," pungkas Agus.

Terakhir, BMKG memprediksi cuaca Riau diperkirakan masih akan cerah hingga berawan, dengan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian besar Wilayah Riau.

Penulis   : Chairul Hadi
Editor     : Unik Susanti

Tidak ada komentar:

Posting Komentar