Untuk itu, warga di tiga kepenghuluan pesisir pantai itu diminta meningkatkan pola hidup bersih dan sehat agar terhindar dari malaria dan sumber penyakit lainnya.
"Kita telah mengambil langkah pencegahan dan penanggulangan dengan melaksanakan penyuluhan tentang kesehatan, terutama bahaya penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk, baik Demam Berdarah Dengue (DBD) maupun malaria," tegas Kepala Puskesmas Panipahan, dr Hj Netty Juliana, Rabu (25/6/2014).
Sebagai daerah rawan terhadap penyakit malaria, Netty menambahkan Puskesmas Panipahan juga selalu memberikan obat pembasmi jentik-jentik kepada masyarakat.
"Jika ada warga yang terjangkit malaria dan DBD, selain melakukan pengoatan, kita melakukan fogging di areal rumah si penderita. Malahan, sampel daerah penderita tak lepas dari pemeriksaan," terangnya.
Netty menjelaskan, tanda-tanda manusia terjangkit malaria dan DBD, suhu tubuhnya mengalami demam tinggi. "Dalam mencegah malaria dan DBD, kita juga melibatkan Ketua Rukun Tetangga (RT) untuk membagikan kelambu insektisida. Dengan begitu, warga dapat terhindar dari gigitan nyamuk yang menyebabkan penyakit itu," ungkapnya.
Penulis : Afrizal
Editor : Yusni Fatimah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar