Sekdaprov Riau, Zaini Ismail kepada halloriau.com menyatakan, memang dampak dari penutupan dari lokalisasi terbesar di Asia Tenggara itu belum terasa langsung saat ini di Riau. Namun ia meyakini, penutupan itu akan berimbas terjadinya migrasi para pekerja seks komersial itu kebeberapa daerah di Indonesia, salah satunya Riau.
"Ya, kita sudah wanti-wanti itu. Kita takut ditutup (Dolly, red) di Surabaya, malah lari ke sini nanti. Makanya kita sudah surati Walikota Pekanbaru untuk mewaspadai kemungkinan dampak dari migrasi warga Dolly ini," ujarnya.
Selain Pemko Pekanbaru, Zaini juga meningatkan Bupati dan Walikota di Riau untuk memperketat pengawasan bagi warga pendatang. "Biasanya pendatang ini ramainya saat lebaran usai, itu jumlah migrasi meningkat. Karena itu kita minta ini diwaspadai," tukasnya.
Ia juga meminta Pemko dan Pemkab untuk melakukan razia secara rutin untuk mengantisipasi kedatangan pekerja seks komersial dari Dolly ini. "Kita dukung razia-razia penduduk pendatang ini. Kita memang harus waspada," tukasnya.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, Pemkot Surabaya telah melakukan penutupan lokalisasi Gang Dolly. Penutupan ini menuai reaksi beragam dari penghuni Dolly, terutama mereka yang nyaman dengan pekerjaan di dunia hitam itu.
Penulis : Dian Alhadi
Editor : Yusni Fatimah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar